13 Tips Membeli Sepeda Motor Bekas atau Second

- Jumat, Maret 03, 2017

13 Tips Membeli Sepeda Motor Bekas atau Second

 
Membeli Motor BekasTips Membeli Motor Seken ---Hingga era ini, bursa motor bekas masih menjadi primadona konsumen. Wajar andai saat ini tidak sedikit kita jumpai banyak sekali jenis dealer atau pedagang motor bekas di banyak sekali sudut. Namun, makin banyaknya penjualan motor bekas tak berguna Anda selaku pembeli serampangan dalam memilih motor. Banyak hanyal yng butuh diperhatikan sebelum Membeli Sepeda Motor Bekas atau Second. Ini penting bagi atau bisa juga dikatakan untuk menghindari penyesalan atau hal yng tak dimau-kan di lantas hari:
Dan berikut merupakan 13 Tips Membeli Sepeda Motor Bekas atau Second (baca: seken) yng butuh Anda perhatikan:
  1. Cek harga pasaran motor bekas. Sebelum kamu melakukan pencarian motor bekas yng akan kamu beli, sebaiknya lakukan cek harga motor di pasaran berlebi dahulu baik dari koran, majalah atau mungkin mampu pun dari resume online.
  2. Sesuaikan harga yang dengannya kondisi motor. Walaupun Anda telah mengetahui harga pasaran, tak mutlak harga yang telah di sebutkan pas yang dengannya kondisi motor bekas yng ingin Anda beli. Sesuaikan harga yang dengannya kondisi motor yng ditawarkan.
  3. Cek nomor rangka serta mesin motor. Periksa nomor rangka serta mesin motor, lalu sesuaikan yang dengannya nomor rangka dan nomor mesin yng tertera pada STNK maupun BPKB. Apabila percis belum tentu motor yang telah di sebutkan asli, Perhatikan lebih terang apakah nomor rangka serta mesin motor merupakan asli serta bukan ketokan kasar (biasa pedagang atau penadah motor curian merubah nomor rangka serta mesin yang dengannya cara di ketok).
  4. Cek kondisi fisik. Periksa kondisi body, spion, baut, dan juga lain-lainya, apakah terlihat tidak sedikit tabrakan, kondisi retak maupun pecah. Usahakan pun akan lebih baik andai seluruh yng menempel pada motor merupakan parts orisinil.
  5. Cek kondisi oli motor. Usahakan buka serta ukur oli yng ada di dalam mesin. Pastikan ukuran oli tak berlebihan, lantaran oli yng terlebih akan membuat bunyi mesin menjadi lebih halus, menjadikan bisa menyembunyikan bunyi asli motor yng mungkin berbunyi kasar atau berisik.
  6. Cek angka speedometer. Pastikan agar tak ada retak atau adanya bekas pembongkaran. Lihat jumlah berapa km yng sudah ditempuh oleh motor yang telah di sebutkan. Jika diatas 20.000 km maka bisa dipastikan akan ramai sekali komponen mesin yng akan segera Anda diganti. Tentunya akan butuh anggaran yng banyak sekali.
  7. Hidupkan mesin motor. Coba hidupkan mesin motor yang telah di sebutkan, apakah mampu stationer atau langsam. Karena kondisi pada mesin yng tak bermasalah bisa langsam pada putaran tidak lebih lebih 1500 rpm. Serta pastikan pun bahwasanya tak ada bunyi-bunyian yng kasar di dalam mesin.
  8. Cek perpindahan gigi. Jalankan kendaraan serta perhatikan posisi perpindahan gigi apakah terasa sulit atau tak. Apabila terasa sulit berguna menandakan kampas kopling motor yang telah di sebutkan akan segera habis. Satu lagi yng butuh diperhatikan pun merupakan, andai terdengar bunyi mendesir pada era motor berjalan. Kemungkinan besar gigi primer dari motor yang telah di sebutkan akan segera habis.
  9. Cek rangka atau sasis motor. Perhatikan kelurusan roda motor depan serta belakang, serta pastikan bahwasanya rangka atau sasis motor yang telah di sebutkan tak ada kebengkokkan. Jalankan sekitar 40km/jam serta tekan rem tidak banyak tiba-tiba bagi atau bisa juga dikatakan untuk pastikan motor tak sulit dikendalikan. Hal ini bermanfaat bagi atau bisa juga dikatakan untuk mendeteksi lurusnya sasis serta poros setang atau setir.
  10. Cek kebocoran. Usahakan Anda bisa berupaya jalankan motor lebih lama, serta sesudah motor dijalankan tidak lebih lebih sekitar 500 meter. Perhatikan apakah terlihat adanya oli yng bocor melalui sela-sela mesin. Atau adanya air radiator bocor bagi motor yng mempergunakan radiator.
  11. Cek kondisi kelistrikan. Periksa pun kelistrikan serta lampu-lampu semisal lampu motor depan, lampu sein, lampu rem belakang, klakson, lampu speedometer, atau elektrik stater motor. Apabila seluruh berfungsi atau hidup, berguna tak ada kerusakan pada komponen serta kondisi aki motor tak ada permasalahan.
  12. Cek kondisi roda. Lakukan pengecekan terhadap kondisi Roda. Bagaimana kelurusan antara roda depan yang dengannya roda belakang, hal ini bagi atau bisa juga dikatakan untuk membuat yakin bahwasanya chasis atau rangka tak membengkok,motor yng mengalami jatuh atau benturan keras mampu memicu kebengkokan pada chasis.
  13. Kalau mampu cobalah test drive. Mintalah kepada si pedagang agar kamu mampu berupaya mengendarai motor yang telah di sebutkan. Anda tentu akan mampu merasakan apakah motor yang telah di sebutkan ada kelainan atau tak pada handling atau pada akselerasinya, dan juga lain-lainya.
Itulah 13 Tips Membeli Sepeda Motor Bekas atau motor seken yng butuh Anda perhatikan demi kepuasan Anda. Baca pun tulisan atau artikel sebelumnya wacana Tips Membeli Motor Baru. Salam OtoZones!

Baca Tips serta Info Otomotif Lainnya:



Source Article and Picture : http://otozones.blogspot.com/2015/01/13-tips-membeli-sepeda-motor-bekas-atau-second.html

Seputar 13 Tips Membeli Sepeda Motor Bekas atau Second

Advertisement
 

Cari Artikel Selain 13 Tips Membeli Sepeda Motor Bekas atau Second